Selasa, 02 April 2019

Hidup Bahagia Ala The Three Mas "Kethir" Yang Agung

pic; albumkisahwayang
Suralaya bergelora. Kedua putra Hyang Wenang, Ismaya dan Antaga berseteru. Mereka saling beradu kekuatan menaklukkan dan memakan gunung Candradimuka. Sementara saudaranya, Manikmaya hanya menyaksikan. Dengan kekuatannya, Antaga mengambil bongkahan besar dan seketika itu memasukan ke dalam mulutnya. Mulutnya melebar, bola matanya melotot hendak keluar menahan kekesakan itu. Tak mau kalah, lebih waspada, Ismaya memakan kepingan gunung yang lebih kecil. Terus hingga perutnya membesar, besar sekali. Keduanya menjadi buruk rupa. 

Atas keangkuhan itu, mereka diturunkan ke bumi untuk menjadi bathur. Antaga kelak diperintahkan untuk menjadi penutur Kurawa dengan harapan selalu mengingatkan dan menahan hal-hal buruk yang akan terjadi. Ia diberi nama Togog. Ismaya, menjadi pengasuh Pandawa, dengan harap menginspirasi kebaikan dan keluhuran untuk selalu menjaga harmoni kehidupan. Ia diberi nama Semar. Manikmaya yang terlihat memiliki kebijaksanaan kemudian menjadi penguasa Suralaya. 

Waktu berlalu, hawa Suwargaloka menjadi panas. Seorang sakti dan bagus rupanya, bernama Narada sedang melaku tapa brata di atas Samudra. Batara Guru memutuskan turun untuk menghentikannya. Usahanya sia-sia, Narada terlalu hebat. Ia mampu menangkis semua kebijaksanaan Batara Guru dengan gaya canda. Tak terima, akhirnya Batara Guru mengutuk Narada menjadi berwajah jenaka. Alam bergejolak dan tangan Batara Guru tiba-tiba menjadi 4. Sejak saat itu, Batara Guru mengangkatnya menjadi penasehat Suralaya.

Saya mengagumi ketiga tokoh, Togog, Semar, dan Narada. Saya menjulukinya The Three Mas "Kenthir" :) Ada-ada saja kejadiannya. Unik, tak masuk akal, dan penuh zat supranatural, namun menyiratkan pesan luhur yang agung. Mengenal ketiganya, merenungkan tingkahnya, benar-benar menyadarkan arti hidup dan bahagia. 

Togog adalah simbol benteng diri atas kedengkian (ghilan), kesombongan, dan niat buruk. Sadari dan lepaskan semua enerji negatif dalam diri. Segala hal buruk akan membawa kita pada kebencian dan penderitaan. Hindari memberi makan enerji negatif yang sedang bergejolak dalam batin. 

Semar adalah simbol keseimbangan. Tawakal, bahwa dalam hidup tak semuanya baik. Ada hal buruk. Ada suka, duka. Ada senang, sedih. Ada sakit, ada sehat. Ada jahat, baik. Ada hidup, ada mati. Terima dan sadari bahwa demikianlah konsep hidup. Saat ada hal buruk terjadi dalam diri, artinya sedang terjadi proses penyeimbangan dalam jagad alit kita.

Narada adalah simbol enerji positif dan optimisme (bagya rahayu). Tugasnya, menasehati Batara Guru yang sering murung. Menjalani hidup dengan senyum. Sesuatu akan menjadi masalah, jika kita memikirkannya sebagai masalah. Segala cobaan dan ujian semata hanya untuk menyempurnakan diri kita. 

Hindarkan diri dari niat buruk, sadari bahwa hidup hanya tentang menjaga keseimbangan, dan miliki pikiran positif-optimis. Selamat berbahagia. Demikianlah pesan "The Three Mas Kenthir".


Happy weekend ^ ^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar