Minggu, 09 September 2018

5 Tips Singkat Hidup Meditatif

pic: wikihow
Bagi sebagian besar orang, meditasi identik dengan posisi bersila lotus dengan tangan menyentuh lulut, kemudian bernafas dan berkonsentrasi. Benar, namun teknik tersebut hanyalah satu dari sekian banyak teknik bermeditasi. Sederhananya, meditasi adalah sebuah upaya untuk meningkatkan kesadaran penuh (mindful) dalam segala kondisi, mengamati segala sesuatu tanpa penghakiman, menerima, dan kemudian melepaskannya. Tujuan akhirnya adalah pada pola hidup meditatif, selama 24 jam, 7 hari, dan seterusnya. Orang jawa menyebutnya, eling lan waspada. Berbagai penelitian menunjukkan dampak signifikan dari sikap hidup demikian, seperti peningkatan konsentrasi, empati, fokus, kreatifitas, hingga produktivitas, seperti yang kerap dipopulerkan oleh perusahaan sekelas Google, Apple, atau 3M.

Bagaimana caranya?

Belajar dari berbagai guru yang baik, serta referensi yang berguna, saya mencoba merangkum 5 cara untuk menuju hidup meditatif, baik untuk kehidupan keluarga maupun karir.

1. Ucapkan mantra
Karena ucapan adalah "doa", selalu awali hari dengan kata-kata positif yang membantu meningkatkan gairah hidup, seperti aku bisa menyelesaikan masalah pekerjaan hari ini, aku akan tenang menghadapi ujian hari ini, atau perjalanan hari ini akan menyenangkan. Ucapkan dengan tenang. Anda dapat mengawalinya dengan beberapa detik menyadari nafas hingga Anda benar-benar siap menyadari apa yang akan Anda ucapkan, dengan kayakinan tanpa obsesi.

2. Bersikap dan berbuat baik
Bagaimana sikap orang pada kita, sangat ditentukan bagaimana sikap kita pada mereka. Jadi, mulailah bersikap baik. Tidak perlu memperdebatkan, bagaimana jika orang masih tetap tidak bisa baik pada kita. Karena keikhlasan dalam bersikap dan berbuat baik tidak butuh alasan, tidak perlu menuntut pengembalian. Jangan terjebak pada manipulasi pikiran yang berpotensi menghancurkan mantra dan kedamaian Anda.

3. Amati tanpa menghakimi 
Dalam rutinitas kehidupan, Anda mulai lelah, sedih, bahkan marah menghadapi masalah? Ini adalah hal yang wajar. Bukti bahwa kita manusia. Yang lebih penting adalah bagaimana kita meresponnya. Sadari saja ketika tubuh dan jiwa Anda bergetar karena emosi yang mulai memberontak keluar dari kandang. Tidak perlu dilekati atau dilawan karena itu akan memicu masalah baru. Ambil jarak diantaranya. Tidak perlu dihakimi baik atau tidak. Cukup sadari, kemudian lepaskan perlahan dalam hembusan nafas. Segera kembali pada batin yang murni, bersih, dan damai.

4. Yakini apa yang dilepas, akan diterima
Fisika mengajarkan hukum kekekalan enerji. Bahwa enerji yang dilepas akan kembali. Jika kita melepas kebaikan, kemudian akan memeroleh kebaikan. Juga sebaliknya. Poin ini sekaligus menjawab pertanyaan pada poin 2, bagaimana jika saat kita berbuat baik, tapi orang membalas sebaliknya? Jika Anda masih meragukan dan mempertanyakan hal ini, berarti Anda belum benar-benar secara penuh melepaskan kebaikan. Masih ada sesuatu yang mengganjal, sebuah harapan yang mengikat. Enerji bukan hanya datang dan pergi, namun juga dapat berubah wujud. Setiap kebaikan yang kita tanam akan berbuah. Buah yang datangnya dari mana saja, dalam wujud apa saja, dan dalam kurun waktu sesuai "jalan"nya. Maka, ikhlas dan bersabar saja.

5. Ambil waktu untuk olah raga
Hidup meditatif tidak lepas dari proses penyelarasan tubuh dan batin. Keduanya saling memengaruhi. Prioritaskan juga untuk mengolah tubuh, disamping mengolah rasa dan batin. Berikan waktu untuk diri (me time), melakukan apa yang menyenangkan dan menyehatkan tubuh. Olah raga rutin, tidak harus menghabiskan banyak waktu, cukup sering dan rutin saja. Tubuh yang bugar dan sehat sangat menunjang proses hidup meditatif. Otak selalu fresh dan mampu bekerja optimal. Sebaliknya, ketika tubuh kita lemah, lelah, sakit, lebih sulit bagi kita untuk menjaga pikiran/ batin tetap jernih. Yuk buat jadwal olah raga mulai hari ini, prioritaskan!


Yah... beberapa jam lagi sudah Senin. Weekend sedang berlalu meyapa selamat datang realita. Realita yang mungkin nampak tidak cukup menyenangkan. Para pekerja, memeriksa setumpuk dokumen, jadwal rapat yang bakal melelahkan, kembali mengejar target, atau menghadapi rekan kerja yang menyebalkan. Para ibu rumah tangga, membayangkan perjuangan menembus kemacetan lalu lintas antar-jemput anak-anak sekolah, memasak, mempelajari seluruh catatan sekolah dan jadi "guru les" privat. Para siswa, momok tes, ujian mendadak, mengejar deadline skripsi, anggota kelompok yang semau gue, atau menghadapi dosen-dosen seleb yang dumeh.  


(Tarik dan hembuskan nafas... perhatikan beberapa saat) Tetap dalam posisi batin yang tenang, sekali lagi renungkan kelima tips di atas. Jika disingkat, jadi kata UBAYA, mudah diingat.

Selamat mencoba dan bahagia!

3 komentar:

  1. KUMPULAN VIDEO LUCU, LANGSUNG SAJA TEKAN LINK DI BAWAH INI YA :

    https://sukacurhat.com

    BalasHapus
  2. KUMPULAN VIDEO LUCU, LANGSUNG SAJA TEKAN LINK DI BAWAH INI YA :

    https://sukahot.com

    YUK DAPATKAN BONUS Rp. 10.000 SECARA GRATIS TANPA SYARAT ....!!!

    BalasHapus