Jumat, 21 Oktober 2016

Kisah Bijak: Kejujuran Berbuah Emas

pic:crosswalk.com
Saya teringat sebuah kisah bijak Jepang yang mengajar tentang kejujuran.

Di sebuah desa, hidup seorang penebang kayu bernama Takeshi. Ia hidup sederhana bersama keluarganya. Suatu pagi, ia berangkat ke hutan mencari kayu untuk ditebang. Ia sudah berkeliling ke sana kemari namun cukup sulit menemukan pohon tua yang siap ditebang. Ia terus berjalan menuju rute baru dan sampailah ia di sisi danau kecil yang rindang. Terlihat pohon tua di tepi air yang siap ditebang. Ia mengambil kapak kesayangannya dan mulai menebang pohon. Tanpa sengaja, kapak itu terlempar jatuh ke danau. Takeshi menjadi bingung.

Danau itu dalam dan dingin airnya. Ia termenung dan duduk cukup lama di sana. Ia menjadi sedih karena tidak membawa hasil untuk menghidupi keluarganya. Beberapa waktu kemudian, tiba-tiba air danau itu beriak, bergoncang, ada sesuatu yang muncul di sana. Sosok bidadari yang anggun. Bidadari itu terlihat memegang dua buah kapak yang terbuat dari emas dan perak. “Kamu mencari kapak yang hilang?” tanya bidadari. “Benar” jawab Takeshi. Bidadari itu melanjutkan, “Dari dua kapak ini, manakah milikmu?” Dengan polos dan jujur Takeshi menjawab, “Bukan keduanya. Milikku hanya kapak tua yang tebuat dari kayu dan besi.”

Bidadari itu tampak puas dengan jawaban Takeshi. “Karena kejujuranmu, ambillah kedua kapak ini menjadi milikmu,” pinta bidadari. Takeshi sangat bahagia, ia pulang dan menceritakan hal ini kepada keluarga dan tetangganya. Kejujurannya berbuah kekayaan, yang mensejahterakan dan mendamaikan hidup.

Mendengar kisah itu, Itachi tetangga Takeshi berniat melakukan hal sama. Ia pergi ke danau yang sama dan dengan sengaja menjatuhkan kapak besinya ke danau. Hal yang sama terjadi. Bidadari itu muncul dan menanyakan hal yang sama, “Dari kedua kapak emas dan perak ini, manakah milikmu?” Itachi sangat bahagia dan tanpa beban ia berkata, “Yang emas, itu milikku.” Mendengar kebohongannya, bidadari menjadi marah dan menenggelamkan Itachi ke dalam danau.

Dari Takeshi dan Itachi kita belajar tentang kejujuran. Takeshi adalah tokoh yang mengutamakan kejujuran. Ia hanya berkata hal yang sebenarnya terjadi. Ia tidak berorientasi pada emas dan perak yang menggiurkan. Namun pada akhirnya, kejujuran membawanya pada kehidupan lebih baik, bidadari menghadiahkan emas dan perak kepadanya. Berbeda dengan Itachi yang hidupnya berorientasi pada kekayaan. Ia mengorbankan kejujuran dan ia kehilangan keduanya, integritas dan kekayaan. Membangun kepercayaan dalam profesi dan bisnis itu sederhana, sesederhana jalan pikiran Takeshi. Kepercayaan dibangun dari kejujuran dan keterbukaan. Dan jelas, langkah ini membutuhkan lompatan iman.

Semoga bermanfaat!


(Dikutip dari buku terbaru, Exist or Extinct -Bonnie Soeherman)


















1 komentar:

  1. Other shaykhs, in ‘Ajlun acquired land when they were invited to settled lands. jordan releases, In the early nineteenth century, the Ghanamat family of al-Husn invited the powerful Khasawina family to move into their village and help them defend against bedouin attacks. In return, they granted the Khasawina one-third of the crops each year." After the Ottoman government expelled the Khasawina and their allies from al-Husn in 1869, they settled in al-NVayma, where they and the inhabitants divided the land into four sections ca. 1875 in return for their help in defending against the Banf Sakhr. The Ottoman government introduced Circassian settlers into the Roman ruins of Jarash in 1878. The land was divided into two sections, one for each of the newcomers’ two main leaders. The eastern portion of the village was assigned to {Abd al-Hamid Bey bin Null Bey, while the western half went to Hamid Bey.11 And when the government provided the Banf Hasan bedouin with land in eastern ‘Ajlun on which to settle in the late 19th century, their shaykhs were granted extra shares of land, called kabara (from the Arabic “to become larger”). For example, the head shaykh of the Bam Hasan was personally granted 265 dunums in al-cAluk. http://www.cheapjordanreleases.com

    BalasHapus