Selasa, 03 Juni 2014

12 Tips Menjadi Lebih Produktif

Pada dasarnya setiap orang (merasa) sibuk dan apa yang disibukkannya dirasa penting. Akibatnya, banyak diantara mereka kekurangan waktu, sementara masih banyak mimpi yang belum kesampaian dan usia yang terus bertambah (tanpa kompromi). Di sisi lain, dengan "jatah" waktu yang sama, orang-orang lainnya terlihat sangat produktif dan berprestasi. Apa rahasianya?

Sebenarnya tidak ada rahasianya, kuncinya adalah pengendalian diri. Mungkin, 12 tips ini bisa membantu kita bekerja lebih produktif dan merapikan manajemen enerji dengan lebih baik:


1. Imajinasi diri di masa depan
Sebelum bicara visi hidup, coba imajinasikan 5, 10, atau 20 tahun lagi, ketika kawan-kawan SMP/ SMA Anda mengajak reuni. Bagaimana perasaan hati Anda? Sangat antusias? Tentu saja, jika Anda sudah menjadi pribadi hebat, pasti ingin datang dan meceritakan kisah perjalanan sukses Anda. Ini adalah pertanyaan reflektif biasa yang dalam jika dimaknai dengan sungguh. Mengimajinasikan diri di masa depan akan membantu kita untuk menentukan arah dan tujuan hidup. Gambaran diri seperti apa yang kita inginkan di masa depan.

2. Buat visi jelas dan pasang di dekat Anda
Selain membuat visi yang jelas, perlu bagi kita untuk sering membaca catatan visi hidup yang telah kita buat. Anda dapat memasangnya di ruang kerja atau wallpaper handphone/ komputer. Percayalah dengan sering membaca dan meyakininya (selama niat itu baik), Anda akan mendapatkan yang terbaik, inilah the law of attraction.

3. Pasang foto motivator Anda
Pada akhirnya, setiap perjuangan memiliki motif untuk membahagiakan diri atau membahagiakan orang lain. Jika Anda seorang pria yang bekerja keras untuk keluarga tercinta, pasang foto-foto keluarga Anda ditempat yang sering dilihat, seperti meja kerja atau dompet. Melihat wajah-wajah orang yang Anda kasihi dan ingin Anda bahagiakan mampu meningkatkan gairah kerja yang luar biasa. Jika Anda menginginkan sebuah sepeda motor dari hasil kerja Anda sendiri, pasang gambar motor idaman Anda.

4. Tentukan skala prioritas
Kita selalu dihadapkan dengan pilihan sulit, baik dalam pekerjaan maupun urusan rumah tangga. Setiap hari dihadapkan dengan segudang masalah dan tanggung jawab yang harus diselesaikan. Setiap pilihan akan mengorbankan pilihan lain. Cara termudah untuk mengatur enerji dan waktu adalah dengan membuat tabel matriks penting-mendesak dan isilah tiap sel dengan daftar tugas yang harus Anda selesaikan.

Penting-Mendesak

Tidak Penting-Mendesak
Penting-Tidak Mendesak

Tidak Penting-Tidak Mendesak

Dengan demikian, lebih mudah bagi Anda untuk mengambil langkah selanjutnya.

5. Bawa buku catatan dan alat tulis
Untuk memudahkan manajemen diri dan memori, selalu bawa alat mencatat (tablet PC, notes pada HP, atau kertas dan alat tulis). Biasakan mencatat apa yang penting, mengingat memori makin lama makin lemot. Jika perlu, pada saat Anda mengendarai kendaraan dan mendapat ilham, menepi dan berhentilah untuk sekadar mencatat ilham tersebut. Catatlah hal-hal yang berkaitan atau setidaknya dapat Anda kaitkan pada pencapaian visi. Tidak hanya itu, biasa mencatat dan berpikir akan meningkatkan ketahanan otak dan meningkatkan kemampuan sintesis dengan cepat.

6. Manajemen diri
Salah satu penyebab tidak tertatanya kehidupan seseorang adalah kurangnya penghargaan atas waktu. Mengelola waktu adalah tentang mengelola diri karena pada dasarnya waktu itu tetap dan tidak dapat kita dikelola. Atur dengan disiplin penggunaan waktu Anda. Berapa jam dalam sehari harus bekerja efektif, berapa jam bersama keluarga, berapa jam hangout di facebook dan sebagainya. Jika tidak, kita akan membuang waktu hanya untuk asyik bergosip di kantor. Tanpa disiplin dan manajemen diri yang ketat, dipastikan kita akan sering merasa kehabisan waktu. Dan, beranilah berkata tidak pada diri sendiri.

7. Living Lean
Lean adalah filosofi perampingan, mempertahankan hal-hal yang bernilai tambah sambil menghilangkan hal-hal yang tidak berguna, semacam diet sehat. Selalu berusaha menyelesaikan pekerjaan dengan dengan segera, bukan tergesa-gesa. Gunakan enerji secukupnya. Jika Anda seorang ibu yang peduli, berilah nasehat secukupnya dan logis pada anak-anak. Jika Anda sedang bersusah, segeralah bangkit, tidak perlu membuang enerji untuk stress berkepanjangan karena enerji yang Anda keluarkan untuk bersedih jauh lebih besar daripada untuk tersenyum. Jika tidak, Anda sedang kehabisan enerji untuk bangun dan mencari solusi.

8. Pikiran positif
Berpikir positif adalah bentuk lain dari living lean. Berpikiran negatif selalu akan memicu kecurigaan hingga kebencian dan ini membutuhkan enerji yang besar. Setiap orang yang berkonflik selalu memiliki pembenarannya masing-masing yang sangat relatif. Jika saya bilang warna biru itu bagus, mungkin Anda tidak. Kuncinya, bukan menyalahkan orang yang tidak menyukai biru, namun berusaha memahami mengapa orang lain suka merah. Hal menarik apa dari warna merah.

9. Luangkan waktu bersenang-senang setiap hari
Jam kerja 9 to 5 seringkali membuat orang menjadi tidak produktif. Seharian bekerja di kantor dengan setumpuk tugas dan ratusan file yang harus diproses. Waktu istirahat cuma satu jam dan itupun habis untuk makan siang. Setiap hari, selama berpuluh-puluh tahun. Google memberikan karyawannya 20% jam kerja untuk bersenang-senang dan sebagian besar inovasi Google muncul di waktu tersebut. Istirahat dan bersenang-senang adalah cara terbaik untuk menyegarkan pikiran dan mencari ide kreatif.

10. Hindari eskalasi komitmen negatif
Salah satu kegagalan jangka panjang terbesar diakibatkan sikap eskalasi komitmen yang negatif. Satu sikap yang diambil untuk tetap meneruskan operasi/ kegiatan yang memang sudah jelas tidak berprospek. Biasanya sikap demikian dipicu oleh ketakutan kehilangan harga diri atau idealisme yang besar. Milestone atau target boleh berubah. Bahkan jika diperlukan, visi juga harus direvisi. Untuk siapa Anda berjuang, siapa motivator Anda, cukup bahagiakan mereka. Mungkin keluarga kecil Anda, orang tua, atau orang-orang di sekitar Anda.

11. Berliburlah
Apa yang terjadi jika kepala kita terasa penuh, penat, dan jenuh? Berhenti bekerja dan berliburlah. Berlibur dalam arti bebas dari pekerjaan apapun, bukan berlibur sambil diganggu telepon dari bos. Luangkan waktu bersenang-senang dengan orang yang Anda kasihi, seminggu, atau sebulan penuh. Sesekali ke tempat yang belum pernah dikunjungi. Hal ini sering disebut sebagai tindakan sabatikal. Hal ini akan menyegarkan pikiran, ibarat baterai sekarat yang di-charge kembali.

12. Refleksi akhir pekan
Tips terakhir yang dapat kita upayakan untuk meningkatkan produktivitas adalah melakukan refleksi diri. Jika sempat, setiap malam adalah waktu yang baik untuk merenungkan kembali, hal-hal apa yang telah kita capai hari ini. Hal baik/ tidak baik apa saja yang telah kita perbuat. Lalu apa solusinya untuk esok? Refleksi akan mendewasakan diri dan meningkatkan kebijaksanaan diri, karena umumnya lebih sulit menilai diri daripada menghakimi orang lain. Jika Anda sudah berkeluarga, lakukan refleksi bersama pasangan Anda, atau dengan anak-anak (selama konteksnya sesuai). Pendapat orang lain akan sangat membantu.

Semoga bermanfaat!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar