Sabtu, 24 Mei 2014

Cara Terbaik Sukses dan Menjadi Kaya

"Banyak orang bermimpi untuk sukses dan mengidentikkannya dengan menjadi kaya. Mereka bekerja keras, mencari dan mengumpulkan uang. Tapi sepertinya uang itu tidak pernah terkumpul hingga berpuluh-puluh tahun."
Suatu sore seorang anak bernama Jono berjalan ke sebuah taman bunga di dekat rumah. Ia berlari kesana kemari hendak menangkap kupu-kupu. Satu, dua, dan tiga kupu-kupu berhasil ia tangkap untuk dipelihara di dalam sebuah wadah kaca yang besar. Ia pecinta kupu-kupu. Jono menyimpan wadah itu di dalam kamar tidurnya agar teman-teman sehobi tidak gampang datang dan mencurinya. Begitu pula kehidupan Jono setiap sore hari sepulang sekolah. Mencari, menangkap kupu-kupu dan menyimpannya di dalam rumah. Pada pagi yang tak terduga, dengan ceroboh kaki Jono memancal wadah itu dan..... pyar!!! Wadah besar itu pecah. Segera kupu-kupu Jono yang dikumpulkan dan dipelihara kabur dalam hitungan detik.

Pada sore yang sama, seorang anak yang lain bernama Joni datang ke sebuah tanah kosong di dekat taman itu. Ia membawa peralatan berkebun dan mulai mencangkul sebidang kecil tanah, kemudian mengambil beberapa benih tanaman bunga dari kantongnya dan mulai memberi pupuk dan air. Satu, dua, tiga, dan hingga beberapa minggu, benih itu mulai tumbuh. Setiap hari Joni memelihara tanaman kecil itu dan hingga pada saatnya mulai berbunga. Perlahan, satu, dua, dan tiga kupu-kupu berdatangan ke sana. Joni begitu menikmati kebun kecil dan kupu-kupu itu. Hari berikutnya, Joni mencangkul tanah yang lain dan menanam benih tanaman bunga. Berbulan-bulan kemudian, kebun Joni mulai tampak indah. Tak terhitung jumlah kupu-kupu yang datang dan pergi. Joni memilih fokus untuk terus mengembangkan tamannya daripada mengurusi anak-anak lain yang datang ke sana dan mengambil kupu-kupu seperti Jono. Joni hanya meyakini bahwa selama ia memelihara taman dengan baik, kupu-kupu akan selalu ada di sana.

Kupu-kupu ibarat uang, dan taman ibarat potensi diri kita. Jono adalah tipe orang yang fokus hidupnya mengejar dan mengumpulkan uang. Hingga suatu saat ia kehilangan miliknya dan harus memulai dari awal untuk mengumpulkannya kembali, itupun jika masih ada waktu dan kesempatan. Sebaliknya, Joni adalah tipe anak yang berfokus pada membangun postensi diri. Ia percaya ketika ia memiliki potensi diri yang baik, sukses dan kekayaan akan menghampirinya. Roger Hamilton, penulis dan praktisi social entrepreneur terkenal mengatakan:
"Orang disebut kaya bukan dari seberapa banyak uang yang ia miliki, tapi apa yang ia miliki ketika ia tidak memiliki uang."
Inilah dinamika kehidupan dan kesuksesan yang membuka dua pilihan, hidup untuk mengumpulkan uang atau membangun "penghasil" uang. 


Semoga bermanfaat!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar