Selasa, 04 Maret 2014

Lean Startup, Kepatuhan, Kelatahan, atau Kebutuhan?

Saat ini, metodologi Lean Startup sedang menjamur di Indonesia. istilah validasi, pivot, customer development, lean canvas, dan validation board sedang marak diperbincangkan pelaku bisnis, termasuk startupers. Lean Startup mulai diyakini sebagai cara terbaik untuk memperbaiki nasib bisnis di masa depan. Jika Anda salah satu dari mereka, pertanyaan paling dasar yang harus mampu terjawab adalah, apa arti LEAN? Apa saja asumsi dasar dan pemikiran filosofis yang dibangun dibalik penciptaan Lean Startup yang dibangun untuk startup? 
Saya mempertanyakan hal ini di setiap seminar atau pelatihan dan hingga saya menulis post ini, belum ada satupun audien yang mampu menjawab dengan benar. Beberapa staf inovasi perusahaan yang saya datangi mengaku bahwa penerapan Lean Startup karena kebijaksanaan yang telah dibuat oleh atasan. 
Kondisi ini mulai menyiratkan hipotesis yang mungkin bisa Anda jawab, penyebaran prinsip Lean adalah bentuk kepatuhan, kelatahan, atau memang karena kebutuhan?

LEAN, DIET, DAN BONSAI
Ketika mencari kata sepadan untuk Lean, satu kata yang muncul di benak pikiran saya, yaitu healthy diet atau diet sehat. Diet merupakan program kesehatan dan perbaikan penampilan dengan merancang menu dan jadwal makanan khusus yang diperlukan secara ideal oleh tubuh diimbangi dengan olah raga dan istirahat cukup. Sebaliknya, berbagai racun dan zat yang tidak banyak dibutuhkan tubuh seperti lemak dan kolesterol akan dikurangi secara signifikan.
Sama halnya dengan Lean dalam konteks bisnis. Perusahaan yang ingin hidup sehat perlu melakukan program demikian, meningkatkan aktivitas value added dan membuang aktivitas non value added (sampah). Prinsip Lean pada mulanya diperkenalkan oleh manajemen Toyota dengan konsep Lean Manufacturing
Secara filosofis, sebagian besar kemajuan Jepang dibangun dari prinsip ini. Sebut saja seni bonsai, sebuah seni rekayasa tanaman menjadi mungil, ramah ruang, namun tetap terlihat cantik. Jepang dibangun dari banyak keterbatasan termasuk dalam aspek geografis. Bonsai merupakan saah satu wujud nyata dari implementasi filosofi Lean.

PERAN ERIC RIES
Di dalam perkembangannya, prinsip Lean mulai masuk ke Barat dalam konteks yang makin variatif. Eric Ries, salah seorang pakar bisnis startup secara cerdas mengembangkan dan mengkontekstualisasikan Lean ke dalam pemikiran strategis bisnis startup dengan konsep Lean Startup. Lean Startup merupakan konsep inovasi dan reengineering bisnis yang berusaha meminimalkan risiko dan memaksimalkan peluang keberhasilan. 
Secara umum, Lean Startup terbagi dalam 3 tahap yaitu proses pembangunan (build), pengukuran (measure), dan pembelajaran (learn) melalui validasi dan innovation accounting. Konsep ini juga memiliki misi yang sama dengan konsep Lean orijinal, meminimalkan aktifitas sampah dan membangun aktifitas value added. Berikut gambaran skema alur berpikir Lean Startup:

Demikian gambaran singkat apa itu Lean. Tanpa memahaminya, dapat dipastikan penerapan Lean di dalam perusahaan hanya sebatas kepatuhan atau kelatahan.

Semoga bermanfaat!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar