Rabu, 23 Oktober 2019

Pesan Jokowi Tentang Sense of Purpose dan Mindfulness

pic: koran-jakarta

Sungguh menarik melihat strategi dan manuver Joko Widodo, presiden terpilih. Jika tahun lalu netizen heboh dengan terpilihnya ibu Susi Pudjiastuti, kali ini kembali netizen ramai dengan nama Nadiem, Terawan, dan Prabowo. Seluruh lapisan masyarakat menunggu, apa gebrakan nyata Indonesia Maju.

Ada yang paling menarik perhatian saya saat membaca 7 pesan Pak dhe Jokowi kepada kabinetnya, perhatikan pesan nomor 4 "JANGAN TERJEBAK RUTINITAS KERJA YANG MONOTON". Saya melihatnya sebagai pesan "to be mindful". Mungkin beliau berpikir, belum optimalnya pekerjaan kabinet sebelumnya karena mereka masih terjebak pada rutinitas, pokoknya kerja kerja kerja. Pesan Jokowi seolah mengingatkan kita semua, bukan hanya kepada para menteri. Dalam bekerja, beraktivitas jangan biarkan semuanya menjadi tugas yang berulang dan monoton. 

Sejenak pikirkan, bagaimana relasi Anda dengan pekerjaan Anda saat ini. Bagaimana Anda memandang pekerjaan yang sedang Anda jalani, sekadar sebagai tanggungjawab rutin, atau lebih dari itu? Mengapa kemudian kita merasa jenuh dengan pekerjaan pilihan kita sendiri? Itu semua karena kita bekerja secara monoton. Menganggap pekerjaan hanya sebatas ritual, akan menghilangkan makna yang esensial, yaitu alasan bekerja. Hal yang sama dapat terjadi pada kehidupan di luar pekerjaan seperti membina rumah tangga. Jika Anda menjalaninya sebatas rutinitas, tanpa menyadari tujuan dan makna, Anda akan segera bosan. Anda akan kehilangaan sesuatu yang di dalam konsep Ikigai disebut Reason for Being.

Saya mewancarai secara acak peserta pelatihan di berbagai perusahaan. Tidak banyak yang mampu menjelaskan dengan baik, apa tujuan menjalani pekerjaan saat ini? Sebagian besar berpikir hanya untuk insentif. Insentif yang nanti membawanya membeli rumah, mobil, atau jalan-jalan ke luar negeri. Sesungguhnya, tidak ada yang salah dengan keinginan ini. Namun pemikiran sempit demikian berpotensi menghilangkan makna pekerjaan itu sendiri. Kita menjadi terlalu transaksional, bahkan tidak peduli satu sama lain.
Purpose (SDT's Deci & Ryan)

Dalam Self Determination Theory, tersebutlah PURPOSE atau tujuan sebagai salah satu motivator penting dalam kehidupan seseorang. Ketika ia kehilangan tujuan, ia akan terjebak dalam rutinitas tak berarti. Membangun sense of purpose diawali dari proses kesadaran diri (mindfulness), untuk apa aku bekerja? Apa yang sebenarnya sedang saya jalani? Apa manfaat gambaran kerja yang sedang saya lakukan, bagi diri, sekaligus orang lain? Selain berkesadaran tentang tujuan, menjadikan pekerjaan bermakna juga dapat ditunjang oleh hubungan atau relasi di tempat kerja yang baik, saling membangun, komunikasi, dan kepeduian satu sama lain.

Saat ini, berhentilah sejenak, renungkan kembali, apa alasan Anda bekerja, apa kontribusi pekerjaan Anda bagi orang lain? Jika Anda menyadarinya, melalui pekerjaan Anda, setiap detik adalah kesempatan untuk menjadi berkat bagi orang-orang terdekat.


Salam bahagia!

1 komentar:

  1. Jika anda membutuhkan layanan chatbot untuk keperluan bisnis dan juga usaha anda, anda dapat menggunakan layanan
    WhatsApp Chatbot

    BalasHapus