Minggu, 09 Juni 2019

Angin Harapan Akan Membawamu ke Tanah Yang Lebih Baik

Beberapa biji, benih tanaman terjatuh di tanah kering, keras, dan berbatu. Mereka berusaha mengakar dan selalu gagal. Nampaknya, itu bukan lahan yang baik untuk tumbuh. Sidi, salah satu dari benih itu tak henti berdoa dan berharap keajaiban. Hari demi hari tak ada hasil. Malahan, kawanan gagak datang dan menyantap sebagian dari mereka. Melihat satu per satu kawannya jadi santapan burung, Sidi jadi ketakutan. Jangan-jangan ini akhir hidupnya. Untung nampaknya gagak pemangsa itu terlihat kenyang dan meninggalkan area.

Suatu ketika, datanglah angin puting beliung. Spontan, semua yang tersisa di sana, termasuk Sidi terbawa arus entah kemana. Dalam pusaran, sekali lagi Sidi hanya berharap keajaiban. Amukan angin mereda. Rasanya basah, lembab dan sedikit hangat. Sidi sadar diri dan mulai memperhatikan sekelilingnya. Wow... sangat indah. Di kejauhan ia melihat hutan raksasa yang sangat hidup, hijau. Gemercik melodi air di sungai kecil jelas tidak jauh darinya. Sidi terbawa angin hingga ke tanah yang subur. Dengan proses diri, akhirnya ia berhasil juga mengakar dan bertumbuh. Nutrisi alam tersedia lebih dari cukup. Sidi menjadi tanaman yang sangat cantik.

Sidi adalah gambaran kehidupan manusia, yang penuh dinamika. Kita sering menghadapi kegagalan, masalah, hambatan dalam proses pencarian jodoh, studi, hingga karir pekerjaan. Ada saja orang-orang jahat yang menghambat kemajuan kita, memfitnah, dan melakukan apa saja demi keinginannya. Kita dikhianati dalam hal cinta, dipersulit dalam pembuatan tugas akhir, dan segudang drama hidup lain. Seolah kita menjadi kerdil, orang bodoh, dan tak ada lagi kesempatan bagi kita untuk berkembang. Seperti nasib Sidi di tanah kering. Dalam kondisi demikian, hal terbaik apa yang seharusnya kita lakukan?

Sadari bahwa segala kejadian adalah restu Allah, Raja Semesta. Bahwa segala yang terjadi adalah cara Alam menyeimbangkan dirinya, termasuk kehidupan kita. Alam memiliki aturan mainnya yang kadang aneh. Ia bisa memakai orang-orang yang kita percaya sebagai raja tega, Ia bisa memakai sahabat kita sebagai tukang tikung dalam urusan cinta. Ia bisa memakai orang-orang jahat untuk menyadarkan kita. Cukup jalani apa yang harus kita jalani dengan baik. Jika apa yang Anda upayakan tak mendapat hasil yang baik, atau justru menjadikan Anda nampak seperti pecundang, ikhlaskan saja, termasuk kejadian apapun yang menderitakan batin Anda. Tidak ada yang salah.

Termasuk, jika Anda ditolak, tidak mendapat kesempatan bertumbuh, jangan keburu menghakimi diri Anda. Bukan berarti Anda adalah benih yang buruk. Namun, mungkin Anda berada di tanah yang tidak memberi nutrisi potensi Anda. Inilah cara Tuhan mengingatkan Anda, bahwa Anda sedang berada di tanah tandus. Inilah pula cara-Nya menunjukkan Anda mana tanah yang baik untuk bertumbuh dan sukses. Dalam hal cinta, demikian cara Tuhan memberitahu bahwa Anda sedang dalam hubungan yang salah. Sadari bahwa segala kejadian adalah baik. Dalam usaha dan doa, angin harapan akan membawa Anda ke tanah yang lebih baik. 

Semoga bermanfaat!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar