Jumat, 17 November 2017

Sudahkah Anda Memenuhi 5 Kriteria Riset Yang Baik?

pic: www.123rf.com
Riset, salah satu critical outcome perguruan tinggi. Hukumnya wajib! Dosen dan mahasiswa membuat karya ilmiah, skripsi, tesis, disertasi, atau entah apapun sebutannya. Di kalangan akademisi, sering muncul pertanyaan, apa sih ciri-ciri riset yang baik? Dapat nilai A, diterbitkan aliansi Scopus, atau mendapat hibah dari pemerintah? 

Sering, persepsi umum dan target ambisius demikian malah jadi beban mental peneliti untuk mulai berkarya, beban untuk lulus atau beban untuk naik pangkat. Riset bicara tentang kebermanfaatan. Artinya, sumbangsih riset kita kepada masyarakat adalah yang utama, bukan sekadar pemenuhan ego. Kebermanfaatan adalah salah 1 dari 5 kriteria riset yang baik. Berikut uraian kelima kriteria tersebut:

1. Impressive
Ya, riset yang mengesankan memiliki daya pikat pembaca. Kesan pertama dibangun dari judul yang kreatif bahkan provokatif. Bagaimanapun juga, kita menilai buku dari sampul. Namun demikian, judul tetap wajib mencerminkan isi. Sesuatu yang mengesankan juga dapat dinilai pada hasil penelitian, temuan yang tidak biasa, bahkan temuan yang mengejutkan. 

2. Insightful
Berikutnya, mampu memberi wawasan atau cara pandang baru. Jika kita meneliti mengapa benda itu jatuh ke bawah atau apakah kelelahan bekerja berpengaruh pada produktivitas, maka ini bukan riset yang berwawasan. Tidak ada yang mendapat hal baru karena semua orang sudah tahu jawabannya. Makin banyak hal atau kebenaran baru yang mampu diungkap, maka riset itu dikatakan berwawasan luas, memberi wacana baru, dan menjadi media belajar yang baik. 

3. Innovative
Inovasi diartikan sebagai tindakan atas dasar kreasi yang memberi manfaat. Kebermanfaatan adalah kunci penting riset yang baik. Sayangnya, kita sering melewati begitu saja bagian manfaat penelitian. Kita menganggapnya sebagai formalitas yang pokoknya ada. Sejatinya, adalah kesia-siaan jika hasil riset kita tidak mampu memberi manfaat nyata pada masyarakat, walaupun mendapat nilai A. Bahkan menurut catatan biografi, Frederick Smith, pendiri Fed-Ex dikisahkan hanya mendapat nilai C saat mengajukan ide bisnis ekspedisi internasional kepada dosennya. 

4. Inspiring
Tidak cukup memberi wawasan (insightful). Riset yang baik harus mampu menjadi inspirasi bagi orang lain untuk mempelajarinya, mengembangkan, mengikuti jejak, bahkan mengkritiknya. Riset yang baik akan dirujuk oleh banyak orang. Dirujuk secara natural bukan dengan cara memaksa mahasiswa mengutip karya dosen.

5. Informative
Terkahir, riset yang baik bersifat informatif. Artinya, mudah dibaca dan dimengerti oleh pembaca. Bahkan masyarakat awampun bisa turut menikmati karya tersebut. Eisntein mengatakan, "Jika Anda tidak mampu menjelaskan ide Anda pada anak 6 tahun, sesungguhnya Anda tidak menguasai ide tersebut". Orang-orang hebat memiliki kemampuan menjelaskan sesuatu yang rumit dengan cara sederhana, bukan sebaliknya. Demikian pula laporan riset yang idealnya ditulis dengan alur bepikir dan cerita yang menarik dan mudah dipahami.

Sudahkah penelitian Anda memenuhi 5 kriteria tersebut? 



Dr. Bonnie S
Akademisi | Konsultan Bisnis | Penulis Buku

Tidak ada komentar:

Posting Komentar