Selasa, 06 Juni 2017

Pendidikan dan Kebaikan yang Merubah Hidup

pic: jacquelinewolven
Seorang pemuda, sedang menjadi rising star di tempat kerja, sebuah perusahaan perbankan ternama di Indonesia. Belum genap 5 tahun bekerja disana, dan saat ini ia tengah dipromosikan sebagai satu-satunya perwakilan Surabaya untuk "berkompetisi" prestasi dengan utusan dari kantor pusat kota besar lain secara nasional. Baginya, ini sebuah even yang sangat bergengsi. Pemenangnya jelas akan mendapat promosi jabatan dan gaji yang (bagi saya) sangat menggiurkan. Ia berhasil terpilih diantara para senior yang telah memiliki prestasi baik. Bagaimana mungkin?

Beberapa hari sebelum penetapan kandidat, pimpinan pusat memanggil pemuda ini untuk berdiskusi. Ia bertanya, "Akhir-akhir ini saya perhatikan sikap kamu berbeda. Kamu sering lembur hanya demi membantu rekan-rekan lain yang terlihat kewalahan dengan pekerjaannya. Tidak ada uang lembur dan kamu tetap melakukannya. Mengapa?" "Saya terinspirasi hal ini sejak saya melanjutkan studi S2. Saya mengikuti mata kuliah Akuntabilitas dan Spiritualitas dalam Bisnis. Di sana saya belajar apa itu hidup, bahagia, mindfulness, dan kindfulness. Saya meyakini sebagai hal baik yang harus saya lakukan. Itu saja." tuturnya. Ia percaya bahwa cara meraih kebahagiaan adalah dengan hidup untuk berbuat baik kepada orang dan pada saatNya, kebaikan itu (entah apapun bentuknya) akan kembali kepada dirinya. Hati "emas" inilah yang memikat hati pimpinan

Ini adalah penggalan kisah nyata salah seorang kawan diskusi saya yang juga sedang menempuh studi lanjut di tempat saya mengabdi, Universitas Surabaya. Akuntabilitas dan Spiritualitas dalam Bisnis (ASB) adalah pertemuan-pertemuan "ajaib" yang telah merubah kehidupan beberapa generasi muda. Satu setengah tahun sudah mata kuliah ini berjalan dan mulai berbuah nyata. Mereka, yang mengikuti dengan baik mulai memandang dunia dengan cara baru, menuai kebaikan, dan bahagia. 

ASB adalah ide dari rekan pengajar sekaligus guru saya, Sujoko Efferin. Sebagai ketua program studi, tidak mudah bagi saya memutuskan hal ini, mengingat tren keilmuan yang masih dikuasai paradigma positivis dan materialis, belum lagi pertanyaan "sinis" tentang relevansi spiritualitas dengan akuntansi. Batin saya berkata keras kepada saya, "Sampai kapan lo mau lulusin stormtrooper yang isi otaknya cuma plesetan sila pertama Pancasila, Keuangan yang Maha Kuasa?" Akhirnya, satu keyakinan yang memantapkan jiwa saya, kita harus berubah. Lepas dari polemik yang mungkin terjadi, yang utama, jika niat dan cara kita baik, pasti hasilnya akan baik. Selama Tuhan memberi saya kesempatan memimpin kapal kecil ini, ambisi saya bukan menjadi yang terunggul atau terbaik, tapi cukup jika bisa membantu generasi muda menemukan potensi dan jiwa terbaiknya, untuk melayani dunia.

Berbagai riset dan prediksi atas nasib dan masa depan bangsa menjadi inspirasi utama pengembangan ASB, bahwa proses akuntabilitas tidak terbatas pada lembaran laporan (yang entah kebenarannya) yang disampaikan pada pemilik/ investor. Proses pertanggungjawaban sejatinya berpusat pada Tuhan Sang Pencipta yang dimanifestasikan juga kepada alam dan manusia lain. Terlalu naif jika kita membatasi makna akuntabilitas hanya dalam permaianan angka untuk memuaskan investor. Akuntabilitas tidak hanya terbatas pada aset dan materi, namun lebih pada setiap pikiran, ucapan, dan sikap kita. Ketika kesadaran (mindfulness) dibangun dengan benar, pada tataran berikutnya kebaikan (kindfulness) akan mudah terimplementasikan hingga pada tahap the wholeness. Spiritualitas melebihi sekat relijiusitas dan perbedaan yang diciptakan oleh manusia. Spiritualitas bersifat transenden dan akan selamanya relevan. Spiritualitas adalah jalan untuk membangun tatanan hidup yang lebih baik, sebagai bentuk pertanggungjawaban manusia kepada Sang Esa di tengah dunia yang makin tribal, materialis, rakus, dan antihumanis. 

May the Force be with You!

3 komentar:

  1. Yg gni2 gd di endnote n mendeley,
    "Memandang dunia dr sisi yg berbeda"
    Suka bahasanya
    sy kira penulisnya dr jacques derrida Mentang2 ada jacques-nya B-)
    Salam disruptive

    BalasHapus
  2. Saya adalah angkatan pertama mata kuliah ASB. Hidup saya dicerahkan dengan memelajari spiritualitas. Sangat berguna bagi pekerjaan saya. Sekarang, saya bekerja juga dengan hati. Sebelumnya, ukuran saya adalah materi.

    BalasHapus