Sabtu, 04 Februari 2017

Dibalik Skripsi Tuyul Yang Menuai Polemik

Kisah skripsi seputar Akuntansi dan Tuyul telah menjadi berita viral sejak Jumat lalu di sejumlah forum, terutama forum akademis. Membaca judulnya, langsung menghentak hati dan pikiran berbagai khalayak, ada yang pro dan kontra. Ada yang mengapresiasi, ada yang mencibir, mempertanyakan relevansi keilmuannya. Apapun reaksinya, saya yakini bahwa setiap komentar bertujuan baik, dengan warna rasionalisasinya masing-masing. Sebagai pembimbing Febi, pemudi di balik karya tersebut, saya ingin berbagi kisahnya bersama Anda.

Sekitar 6 bulan lalu, seperti kebiasaan awal semester, saya mengumpulkan seluruh mahasiswa bimbingan skripsi. Saya melontarkan pertanyaan, “Apa yang Anda harapkan dari skripsi Anda? Apa nilai yang Anda impikan?” Umumnya, mahasiswa dengan IP tinggi penuh PD menjawab ingin dapat A. Sebaliknya, yang merasa biasa-biasa cenderung konservatif memilih target B, ada pula yang pokoknya lulus. Tiba pada giliran Febi, dengan tegas ia menyatakan, “Saya ingin dapat nilai terbaik (A) dan saya akan lakukan yang terbaik untuk Tuhan”. Saya tertegun dan terdiam sejenak. Kali pertama saya mendapat jawaban demikian. Febi bukan siswi dengan prestasi sempurna, performa di kelas juga biasa saja. Saat itu, saya yakin sekali ia mampu melakukannya.

Proses bimbingan mingguan mulai berjalan. “Topik apa yang cocok buat saya, pak?” tanya Febi pada saya. “Apa yang hati kamu suka, itulah topik yang baik buat kamu, selama kamu bisa jelaskan relevansinya dengan keilmuan akuntansi. Pastikan juga, topik yang diangkat adalah hal yang unik. Jika biasa saja dan semua orang sudah tahu, itu bukan penelitian.”, tegas saya. Ia sempat mengajukan beberapa topik hingga sampai pada topik pertuyulan. Sempat saya sampaikan, “Saya tidak bisa jamin Febi pasti lulus, tapi sacara moral saya akan support kamu”. Saya hanya mencoba memberikan kepercayaan diri yang kuat, mengingat ia bukan anak yang terlalu PD. Saya ingin belajar menghargai dan memahami cara berpikir orang lain, yang tidak selalu sama dengan saya. Saya juga ingin membantunya mengeluarkan potensi terbaiknya.

Dari mana asal idenya?
Saya akan berikan ilustrasi sederhana. Anda pernah minum kopi di Starbucks? Harga pergelas kopi bisa mencapai puluhan ribu rupiah, jauh diatas total biayanya. Starbucks tidak hanya menjual kopi, tapi ada value lain yang ia jual, serta telah menjadi pertimbangan dalam penentuan harga. Starbucks menjual lifestyle. Orang bisa merasa lebih keren dan kekinian jika ngopi sambil meet up bersama klien di Starbucks, daripada warkop depan kampus. Mereka bisa berlama-lama, seolah menyewa tempat. Ada sesuatu yang nampaknya “irasional” dalam penentuan harga, sesuatu yang berkaitan dengan emosi dan kondisi kejiwaan seseorang. Menariknya, bagi penikmat Starbucks, mereka akan merasa worth denga harga tersebut. Mereka memiliki rasionalisasinya. Sebaliknya, orang yang bukan menjadi segmen Starbucks akan berpikir, pengunjung Starbucks itu tidak rasional. Fenomena yang serupa terjadi pada bisnis-bisnis bombastis seperti ikan Louhan atau batu akik, yang mematok harga sangat tinggi dan tetap digandrungi pasarnya.

Apa tujuan riset tersebut?
Hal itulah yang menjadi motivasi Febi untuk mencari bisnis apa yang juga memiliki pola demikian, khususnya yang tidak lekang oleh tren sesaat. Sampailah pada ide untuk mengangkat kasus jual-beli dan sewa Tuyul. Dengan kesederhanaannya, Febi ingin melihat bagaimana aspek irasional berperan di dalam penetapan harga jual Tuyul. Dua dasar teori yang ia gunakan, akuntansi manajemen pada aspek pricing, serta akuntansi keperilakuan. Penelitian ini tidak membahas eksistensi Tuyul dan kepercayaan lain, kebetulan saja ia mengangkat kasus jual-beli dan sewa Tuyul sebagai satu bisnis yang dianggap menarik. Penelitiannya menggunakan pendekatan kualitatif interpretif. Tujuannya bukan untuk generalisasi, namun mengungkap fenomena unik yang eksis di sekitar kita. Penelitian ini murni membahas perilaku penjual (dalam hal ini dukun) di dalam menetapkan harga. Ya, mungkin belum terpublikasinya penelitian ini yang menimbulkan polemik degradasi moral terhadap dunia akuntansi. Memang sudah ada keinginan untuk mempublikasikannya di dalam forum akademis setelah dilakukan beberapa peningkatan konten.

Melewati berbagai masalah dan tantangan, akhirnya Febi berhasil mengemas dengan baik penelitian tentang akuntansi keperilakukan dalam proses pricing tersebut. Tentunya, baik dalam konteks kemampuan atau level kompetensi S1, tidak lebih. Sebuah pelajaran berharga bagi saya, seorang guru sederhana, bahwa setiap anak punya talenta dan potensi. Mereka memiliki masa depan, dan sudah menjadi tugas saya untuk membantunya menemukannya selama dalam koridor keilmuan yang relevan.

Semoga bermanfaat! 

26 komentar:

  1. inspiratif banget pak. pengen juga di ubaya ada banyak topik penelitian tentang dunia jejepangan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih Vicio. Pada dasarnya kebebasan akademik perlu dipelihara, selama ada relevansi dengan keilmuan yang didalami. Semangats

      Hapus
  2. Sebagai alumni Ubaya dan mantan mahasiswa Pak Bonnie saya sangat setuju dengan langkah ini bukan karena sensasi nya melainkan pola pikir yang cukup mengasah analisis dari seseorang. Terkadang kita tidak menyadari aspek lain dari hal-hal yang ada di sekitar kita. Seperti kata salah seorang senior direktur Ciputra,kemampuan berpikir kreatif itu bukan datang tiba-tiba melainkan harus diasah setiap hari. Menurut saya salah satu langkah ini mendorong kreatifitas sejak muda.
    Maju terus pak!
    Saya juga ingin mengucapkan terima kasih secara personal karena bapak juga sedikit banyak memengaruhi pola pikir saya setelah menerima metode pengajaran yang cukup berbeda.��

    BalasHapus
    Balasan
    1. wow terima kasih Ronald, memang selalu ada pro dan kontra dalam sebuah perubahan.

      Hapus
  3. Skripsi saya dulu ttg action figure. Kyknya msh kalah jauh keunikannya dgn tuyul ini ��

    BalasHapus
  4. Segala macam bisa dijadikan komoditas yang tentunya bisa dianggap bernilai dan bermanfaat bagi orang (seseorang). Yang menarik dan "menggelitik" dalam skripsi tersebut adalah jenis komoditasnya. Sesuatu banget.....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar, komodisasi benda-benda tak kasat mata memang menarik. Terima kasih

      Hapus
  5. Lepas dari pro dan kontra, saya selalu mengapresiasi mahasiswa yang memiliki ide berbeda namun tetap logis. Meski judulnya agak "aneh" tentang tuyul, tapi dari penjelasan bapak di atas memang begitulah, ada penentuan harga yang tidak logis yang intangible itulah justru novelty sdri. Febi.
    Full appreciate buat bapak yang senantiasa memotivasi mahasiswa untuk membuat karya terbaik. Salam

    BalasHapus
  6. Lepas dari pro dan kontra, saya selalu mengapresiasi mahasiswa yang memiliki ide berbeda namun tetap logis. Meski judulnya agak "aneh" tentang tuyul, tapi dari penjelasan bapak di atas memang begitulah, ada penentuan harga yang tidak logis yang intangible itulah justru novelty sdri. Febi.
    Full appreciate buat bapak yang senantiasa memotivasi mahasiswa untuk membuat karya terbaik. Salam

    BalasHapus
  7. Lepas dari pro dan kontra, saya selalu mengapresiasi mahasiswa yang memiliki ide berbeda namun tetap logis. Meski judulnya agak "aneh" tentang tuyul, tapi dari penjelasan bapak di atas memang begitulah, ada penentuan harga yang tidak logis yang intangible itulah justru novelty sdri. Febi.
    Full appreciate buat bapak yang senantiasa memotivasi mahasiswa untuk membuat karya terbaik. Salam

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih atas semangat dan supportnya Pak. Saya memang mencintai panggilan saya sebagai guru :)

      Hapus
  8. Sebenarnya dr sisi transaksi jual beli nya, sewa nya itu adalah bag dr ilmu akuntansi, dan perilku, kbetulan objeknya Tuyul, Febi kreatip, dan bisa menjadi inspiratip temans2 nya , selamat ya Mb Febi, bisa pm kita diskusi lbh panjang

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar, fokusnya pada transaksi "benda gaib" nya, bukan tentang nyata tidaknya benda tersebut seperti banyak disalahartikan orang sebelum mengetahui isinya. terima kasih

      Hapus
  9. Unique..
    Salut untuk mahasiswa yg punya keberanian menggunakan topik tsb dan bapak sbg pembimbing yang lbh sungguh open minded dlm menerima perbedaan, aneh lbh tepatnya. Tanpa bimbingan bapak, skripsi ini mungkin tdk terwujud.

    Sy sbg alumni ubaya akuntansi pun mengagumi cara bpk membimbing, walau gk sampai 1 semester. Bpk sgt mudah menerima perbedaan n pintar menganalogikan. Sukses sll pak bonn..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih, saya juga banyak belajar dari cara pikir mahasiswa saya yang unik-unik :)

      Hapus
  10. Tuhan menempatkan saya pada dosen yang tepat. Tanpa dukungan dan kepercayaan beliau skripsi ini tidak akan pernah ada. Dibalik sesuatu yang hebat ada orang-orang yang lebih hebat yang mendukungnya. Dan sebenarnya mereka lah yang menuai keberhasilan.

    BalasHapus
  11. Sebenarnya bukan barang baru transaksi jual beli / sewa tuyul bahkan ada jasa pengamanan gaib, jasa pemenangan pilkada di dalam masyarakat kita, cuman ketidaktahuan mereka saja yang menjadikan fenomena ini.

    selamat buat kamu febi.

    BalasHapus
  12. Selamat sore Pak, saya Ibad Durohman dari detik.com, izin pak boleh saya minta kontak atau emailnya. Saya tertarik untuk mengangkat Tema tersebut. Terimakasih sebelumnya. Email saya : ibad@detik.com

    BalasHapus
  13. Karya agung luar biasa dari pengetahuan Akuntansi. Cermat membaca fenomena mikroskopik. Bagi pengembangan ilmu hukum, fenomena ini membuka lembaran baru: sejauhmana ilmu hukum bisnis yang dogmatik (positivisme yuridis) mencandra realitas objektif 'hukum perjanjian' penggunaan tuyul di masyarakat?

    Salut.

    BalasHapus
  14. Karya agung luar biasa dari pengetahuan Akuntansi. Cermat membaca fenomena mikroskopik. Bagi pengembangan ilmu hukum, fenomena ini membuka lembaran baru: sejauhmana ilmu hukum bisnis yang dogmatik (positivisme yuridis) mencandra realitas objektif 'hukum perjanjian' penggunaan tuyul di masyarakat?

    Salut.

    BalasHapus
  15. Karya agung luar biasa dari pengetahuan Akuntansi. Cermat membaca fenomena mikroskopik. Bagi pengembangan ilmu hukum, fenomena ini membuka lembaran baru: sejauhmana ilmu hukum bisnis yang dogmatik (positivisme yuridis) mencandra realitas objektif 'hukum perjanjian' penggunaan tuyul di masyarakat?

    Salut.

    BalasHapus
  16. PERMAINAN ONLINE TERBESAR DI INDONESIA

    Website paling ternama dan paling terpercaya di Asia ^^
    Sistem pelayanan 24 Jam Non-Stop bersama dengan CS Berpengalaman respon tercepat :)
    Memiliki 9 Jenis game yang sangat digemari oleh seluruh peminat poker / domino

    - Adu Q
    - Bandar Q
    - Bandar Sakong
    - Bandar Poker
    - Poker
    - Domino 99
    - Capsa Susun
    - BANDAR66 / ADU BALAK
    - Perang Baccarat ( GAME TERBARU )

    Permainan Judi online yang menggunakan uang asli dan mendapatkan uang asli ^^
    * Minimal Deposit : 20.000
    * Minimal Withdraw : 20.000
    * Deposit dan Withdraw 24 jam Non stop ( Kecuali Bank offline / gangguan )
    * Bonus REFFERAL 15 % Seumur hidup tanpa syarat
    * Bonus ROLLINGAN 0.3 % Dibagikan 5 hari 1 kali
    * Proses Deposit & Withdraw PALING CEPAT
    * Sistem keamanan Terbaru & Terjamin
    * Poker Online Terpercaya
    * Live chat yang Responsive
    * Support lebih banyak bank LOKAL Yaitu : Bca, Bri, Bni, Mandiri, Danamon, Cimb niaga , Permata Bank dan Ocbc Nisp
    * Tersedia deposit via pulsa telkomsel dan XL serta OVO juga


    Contact Us

    Website SahabatQQ
    WA 1 : +85515769793
    WA 2 : +855972076840
    LINE : SAHABATQQ
    FACEBOOK : SahabatQQ Reborn
    TWITTER : SahabatQQ
    YM : cs2_sahabatqq@yahoo.com
    Kami Siap Melayani anda 24 jam Nonstop

    Daftar SahabatQQ
    #sahabatQQ #winsahabatQQ #winsahabat #salamhoki88 #windaftar

    BalasHapus