Selasa, 27 September 2016

WTF Song PPAP Goes Viral!!!!!! Koq bisa?

Penampakan asli DJ Piko Taro
Sekitar sebulan dirilisnya via Youtube, video musik PPAP (Pen Pinapple Apple Pen) mampu menyedot perhatian lebih dari 6.500.000 netizen. Sebagian besar komentar bernada miring, "WTF I hear?" Anda juga mungkin demikian. Lagu ngga jelas, bikin otak kacau, dan bla bla bla... Menariknya, sebagian dari kawan saya mengaku terhibur dan tersenyum ketika melihatnya, faktanya PPAP berhasil menjadi gerakan viral di Asia. Di sisi lain berapa banyak uploader konten yang mengerjakannya dengan rumit, serius, dan matang, malah tidak cukup berhasil mendapat respon.  

Video musik PPAP adalah karya "geje" garapan DJ Piko Taro yang bernama asli Kazuhiko Kosaka. Beatnya sederhana, kata-katanya diulang-ulang dan tanpa maksud yang jelas. Coba putar video berikut:

"I have a pen, I have an apple. Apple pen. I have a pen, I have pineapple. Pineapple pen. Pen pineapple apple pen!" (lihat video)



Apa rahasia PPAP? Apakah ini tanda dari kiamat sudah dekat :D

Seperti saya bahas di dalam buku Exist or Extinct, manusia adalah makhluk yang kompleks, punya pikiran rasional, jiwa, dan roh. Sebagian besar keputusannya diambil secara emosional atau spiritual. Demikian pula kita menilai performa DJ Piko Taro. Awalnya kita pikir, ini lagu apaan sih? Ngga masuk akal dan tanpa maksud. Namun lama-lama mulai tersenyum dan tertarik performa konyolnya hingga ikutan bernyanyi bahkan menari. Kita menjadi terhibur liat DJ Taro yang kocak. Fenomena yang mirip dengan ketika PSY merilis Gangnam Style dan kita akhirnya menyukainya. Awalnya benci, lama-lama jadi suka. Ada kesamaan pola yang dapat kita pelajari disini:

1. Play and Fun
Secara khusus, PPAP menampilkan karakter yang antik, lucu, dan sedikit jijay :) Namun kelucuan inilah yang mampu merebut hati penonton. Dalam buku A Whole New Mind, Pink menjelaskan bahwa konsumen pada era konseptual (sekarang), memang menyukai sesuatu yang menghibur. Manusia sudah sesak dengan efek negatif modernisme, tribalisme, dan kapitalisme. Kehidupan yang penuh tekanan mendorong mereka mencari hiburan dan kesenangan. Produk-produk yang mampu memenuhi kebutuhan akan kesenangan dan permainan akan memiliki peluang sukses lebih besar.

2. Memory Attachment Process
Coba perhatikan lagi beat dan lirik PPAP, gitu-gitu aja dan diulang-ulang. Justru pengulangan inilah yang memudahkan orang untuk menjadi suka. Dalam teori psikologi belajar, pengulangan adalah hal yang utama. Ketika menikmati sebuah obyek baru secara empiris, terjadi proses coding dalam otak manusia hingga kita menangkapnya sebagai gambaran baru seperti proses creating new file dalam komputer. Proses ini akan lebih efektif ketika kita melakukan pengulangan, sebelum akhirnya disimpan di dalam memori manusia. Jumlah lirik yang sedikit inilah yang mempercepat proses penanaman dalam memori karena manusia terbatas dan tidak dapat menangkap banyak informasi dalam waktu pendek. Dalam bisnis umum, strategi ini dapat dilakukan melalui penetapan tagline yang singkat dan nampol, kemudian disebarkan dan secara konsisten dan terus berulang dipakai.

3. Simplicity
Unsur berikutnya yang menjadi daya tarik PPAP adalah kesederhanaannya. Lagu, lirik, dan gerakan yang sederhana dan mudah ditiru. Sekali lagi putar klip PPAP. Poin ini sangat terkait dengan poin sebelumnya, memori otak. Kesederhanaan inilah yang akhirnya mudah diduplikat orang. Duplikasi netizen secara otomatis akan memperbesar gerakan viral PPAP. Bayangkan jika gerakan DJ Taro rumit dan mustahil dilakukan orang awam, tentunya tidak banyak evangelist muncul. Manusia modern sudah jenuh dengan kompleksitas, butuh kesederhanaan dan kemudahan hidup. Kunci dari strategi viralisasi sosial media adalah jadilah first mover. Walau ada yang membuat serupa, netizen sedunia tahu, Anda tetap penciptanya. 

4. Lean Always
Perhatikan kembali video PPAP. Latar putih polos, hanya om-om kocak berkostum norak menari tarian tidak jelas. Tidak perlu aktor atau aktris sebagai bintang video, tidak perlu visual efek yang mahal dan dahsyat. Gerakannya, juga tidak perlu sekelas Alvin Ailey. Semuanya relatif berbiaya murah. Lean adalah salah satu filosofi kebangkitan Jepang dan DJ Taro mampu mengimplementasikannya dengan baik. Inti dari poin ini adalah bahwa kreatif tidak selalu harus mahal. Proses inovasi tidak perlu dibangun dari suntikan dana besar dan tim R&D yang rumit. Mengasah kemampuan otak kanan berkala adalah salah satu cara untuk menciptakan kreasi berbiaya murah.

Itu saja sharing saya, semoga terhibur dan salam PPAk, ups... PPAP :)
Semoga bermanfaat!