Rabu, 20 Juli 2016

Disrupt Innovation dan Kekuatan Experience Design Ala Pokemon Go

Aplikasi game Pokemon Go sedang menjadi fenomena industri game dunia. Sejak tanggal rilisnya, tercatat sekitar 10 juta download dalam seminggu. Kompas Tekno online mencatat pendapatan Niantic mencapai rekor 143 juta permenit. Itupun secara resmi hanya dari penduduk 3 negara Amerika, Inggris, dan Australia, ditambah Indonesia secara tidak resmi. Banyak aplikasi game dirilis tiap hari, namun pesona Pokemon sedang merebut penuh hati gamers dunia. Apa yang menarik dari game ini?

Pengalaman baru!

Sensasi gamer experience yang dibangun Pokemon Go sungguh berbeda dari game-game yang pernah ada. Ia menggabungkan teknik geolocation, grafis augmented reality, serta menuntut psikomotorik pengguna. Seorang pemain wajib bergerak, berjalan menyusuri area tertentu untuk menemukan Pokemon-Pokemon yang unik, semacam mencari lokasi harta karun. Ada petualangan yang dibangun. Kehadiran Pokemon Go seolah mematahkan hipotesis masa depan dalam film Wall-E yang menggambarkan manusia mengalami obesitas karena teknologi membuat manusia enggan bergerak. Pokemon Go hanya dapat dimainkan ketika kita bergerak. Pertemuan antar gamers dalam sebuah Pokestop (stop point), menciptakan interaksi antarpemain hingga sebuah komunitas masal. Pokemon Go telah menggabungkan seluruh elemen game mechanic dengan baik, tantangan, tujuan, kolektibilitas, penghargaan, leaderboard, dan sosialisasi. Selain itu, Pokemon Go punya elemen rahasia yang tidak dimiliki game lain, yaitu roleplay nyata sebagai Pokemon hunter dan trainer yang memadukan aspek pembelajaran kognitif, afektif, dan psikomotorik serta story yang telah dibangun dan kokoh sejak tahun 96 melalui komik, anime, dan aplikasi game sebelumnya. Tentunya ini menjadi pengalaman baru yang belum pernah ada, sensasi baru dalam bermain. Para trainer dapat bertemu, beradu menjadi trainer terhebat. Pengalaman dan sensasi baru inilah yang menjadi kekuatan Pokemon Go.

Kehadiran Pokemon Go yang memadukan dunia maya dan nyata, kemudian sangat diminati pasar, dan menghasilkan revenue yang menggiurkan merupakan bentuk dari disrupt innovation pada industri game. Pokemon Go merubah pola umum produk permainan dan menjadi pemimpin industri. Itu karena kekuatan experience. Jelas, kedepannya akan muncul aplikasi game yang memadukan geolocationroleplay, serta augmented reality.

Dunia bisnis masa kini membutuhkan tim baru yang bukan sekadar mencipta produk dan menjual. Tenaga inovator dan marketing perlu mendapat suntikan kompetensi baru. Kompetensi untuk mampu menciptakan user experience atau yang saya sebut The Experiencer. Tim inilah kemudian yang memberi lebih banyak perlindungan untuk menghadapi disrupt economy.