Rabu, 21 Januari 2015

3 Prinsip Sukses Pedagang Keliling

Setiap pagi, di sudut blok perumahan saya ramai berkumpul pedagang keliling. Mereka menawarkan berbagai bahan kebutuhan masak-memasak, seperti pasar dadakan. Cak Bud, salah satu dari mereka adalah penjual yang paling laris manis. Setiap hari, ia tampak mendatangi lokasi paling pagi, satu jam-an sebelum pedagang lain berdatangan.

Tidak ada barang dagangan Cak Bud yang berbeda, ia menawarkan bahan-bahan seperti sayur, ikan, bawang, dan sebagainya. Hanya saja seringkali, ibu-ibu dan para PRT menilai dagangan Cak Bud lebih fresh dan bagus dibanding penjual lain. 

Suatu ketika, ibu mertua saya (dari luar kota) datang ke pasar menghampiri Cak Bud. Dengan ramah ia menyapa, "Bu.... kapan datang?" Spontan, ibu saya juga menyapa ramah sambil berbelanja. Begitu pula cara Cak Bud menghadapi pelanggan lain. Ia menyambut setiap pembeli dengan ramah, senda gurau, dan tawa. Ia disenangi pembeli, bahkan sudah menjadi Top of Mind dari para ibu dan PRT di perumahan saya.

Apa yang dapat kita pelajari dari kejadian itu?
Cak Bud adalah kisah sederhana di sekitar yang selalu menginspirasi. Ia mengajarkan 3 prinsip menjadi pribadi sukses: selalu bekerja lebih, konsisten menjual barang berkualitas, dan layanan sempurna.

1. Bekerja lebih (Extra miles)
Hukum perang mengatakan, siapa yang menduduki medan lebih pagi, selalu berpeluang menang lebih besar. Lawan terbesar dari prinsip ini adalah: malas. Kita sering tergoda malas bangun pagi, malas belajar, malas berinovasi, malas mendengar kritikan, seringkali kita malas melangkahkan kaki dari zona nyaman. Kebiasaan terlambat dan menunda pekerjaan adalah manifestasi lain dari malas. Prinsip ini mungkin menjadi salah satu alternatif jawaban, mengapa tidak ada breakthrough, sesuatu yang dahsyat dalam hidup kita? Karena kita belum bertekun dan bekerja lebih.

2. Konsistensi (Consistency)
Menjual barang yang selalu berkualitas sudah menjadi komitmen Cak Bud. Itulah mengapa ia disukai pembeli. Menjadi konsisten adalah tantangan yang cukup sulit. Coba perhatikan, berapa banyak pebisnis di sekitar Anda yang perlahan mulai menurunkan kualitas produknya, dari segi kuantitas atau kualitas untuk alasan ekonomis. Ketika ketamakan dan ego mulai menguasai, manusia akan menjadi tidak konsisten dengan visi mula-mula. Alasan inilah yang seringkali menjadikan bisnis kita tidak bertahan lama dan ditinggalkan pelanggan.

3. Layanan sempurna (Service excellence)
Dasar pertama layanan sempurna adalah memahami bahwa setiap orang ingin diperlakukan baik. Inilah aturan emas yang diterapkan Cak Bud. Prinsip ini mungkin sudah ratusan kali kita dengar dan baca, namun mengapa sulit untuk diterapkan? Sebenarnya, kunci implementasi layanan sempurna adalah pada pengendalian diri yang kuat. Bagaimana kita mengendalikan hati, pikiran, tutur kata, dan tindakan selalu berbanding lurus dengan kualitas layanan yang kita berikan. Era bisnis telah berubah. Konsumen menjadi makin irasional. Kemampuan untuk menciptakan personal touch adalah salah satu kunci sukses layanan sempurna.

Refleksikan dan renungkan kembali perjalanan Anda hingga saat ini. Jika Anda sedang mengalami penurunan semangat dan capaian, semoga kisah Cak Bud dapat menginspirasi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar