Selasa, 02 September 2014

Hakikat, Aturan Alam yang Wajib Diketahui Kreator

Hello Kitty, karakter imut dikembangkan oleh Sanrio sejak tahun 60an. Lepas dari kontroversi Hello Kitty adalah kucing atau gadis kecil, yang pasti pengaruh karakter ini sudah sangat kuat. Tokoh ini telah melekat di benak pikiran anak-anak hingga orang tua sejak populer di tahun 70an. Berbagai merchandise Hello Kitty sukses di pasar internasional. Sanrio mencatat total pendapatan mereka di tahun 2012 sebesar  ¥74, 233 juta atau setara 8.3 trilyun rupiah. Apa rahasianya?

Disamping model bisnis yang kokoh, kekuatan Hello Kitty terletak pada aspek disain. Disain karakter Hello Kitty begitu sederhana, hanya sedikit goresan dengan warna minimalis. Namun berkat kesederhanannya inilah karakter Hello Kitty mampu membius hati anak-anak di dunia, bahkan menjadi magnet perusahaan-perusahaan besar untuk meminangnya sebagai "bintang iklan" produk-produknya. Kesederhanaan dan keimutan Hello Kitty mampu merepresentasi karakter dan cara berpikir anak-anak.

Suatu ketika, seorang guru bertanya pada saya, "Apa itu bunga?" Spontan saya menjawab "Sesuatu yang memiliki tangkai, kelopak, mahkota, benang sari, dan putik". Beliau melanjutkan, jika sesuatu itu tidak memiliki salah satu bagian bunga (yang Anda sebutkan), apakah ia tetap disebut bunga? "Bisa jadi", jawab saya. "Lalu, apa itu bunga?" Ia bertanya lagi. Terdiam beberapa detik, dan akhirnya saya berhasil tidak menjawab sepatah katapun. Ia mencoba memberi sebuah ilustrasi, "Seandainya Anda datang ke sebuah hutan dan melihat sebuah tanaman, bisakah Anda membedakan mana yang bunga, mana buah, mana daun?" "Tentu bisa", spontan jawab saya. Ia melanjutkan pertanyaannya, "Tanpa tahu arti bunga, mengapa Anda dapat berpikir bahwa Anda dapat membedakan bunga dengan bagian tanaman lainnya?" "Itulah yang disebut sebagai hakikat", tegasnya.

Hakikat adalah aturan alam, sesuatu yang melekat pada sesuatu, namun tidak mengikat sesuatu itu. Contohnya, secara naluri seorang anak anak berpikir sederhana, seorang anak gadis akan menyukai boneka, atau anak laki-laki menyukai mobil-mobilan. Aturan alam ini berlaku pada seluruh aspek kehidupan. Segala sesuatu harus bergerak seirama dengan hakikatnya. Melawan hakikat sama dengan melawan aturan alam. Jika kita kaitkan hal ini dengan kasus Hello Kitty, mungkin Anda mulai dapat mereka-reka rahasia dibalik kesuksesan disain Hello Kitty.

Hello Kitty didisain untuk anak-anak (khususnya perempuan). Hakikatnya, seorang anak gadis menyukai sesuatu yang cantik, pink, imut, dan sederhana. Hello Kitty memiliki semua aspek tersebut. Anak-anak tidak berpikir kompleks, mereka berpikir heuristik. Disain Hello Kitty sangat sederhana bahkan anak-anak usia 2 tahunpun mudah menirunya. Inilah aplikasi hakikat di dalam pengembangan produk.

Sebagian besar kegagalan awal proses disain produk adalah kurangnya perhatian pada aspek hakikat. Seringkali kreator mendisain produk sesuai apa yang ia sukai dan berharap pasar akan menyukai kesukaannya. Bagaimanapun juga, produk yang baik adalah produk yang terjual dan mampu memberi value added bagi konsumen. Sebagai contoh di dalam bisnis animasi, disain karakter dan cerita semacam Transformer memang keren abis, namun anak kecil akan cepat bosan dan gagal paham kompleksitas ceritanya karena memang ditujukan pada segmen remaja, bukan anak-anak.

Setiap segmen memiliki hakikat/ personanya sendiri, melawan hakikat sama dengan membangun kegagalan. Sebuah disain yang kompleks dan dewasa tidak akan pernah diterima oleh segmen anak-anak, sebuah disain yang terkesan lowend akan ditolak oleh segmen highend, dan seterusnya. Prinsip pengembangan produk wajib mengikuti hakikat segmen yang dituju. Dengan kata lain, langkah utama di dalam disain produk adalah mempelajari dengan sangat baik hakikat segmen yang dituju kemudian berusaha berempati terhadap segmen tersebut. Prinsip hakikat demikianlah yang juga membawa IP  besar seperti Dora the Explorer, Pororo, Naruto, Ultraman, dan Avengers suskes besar di segmennya masing-masing.

Semoga bermanfaat!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar